Email: fk@trisakti.ac.id
Phone: (021) 566-3232
Jalan Kyai Tapa No. 1 Grogol
Jakarta Barat, Indonesia

Prodi Kedokteran

button-twitter.png button-facebook.png

Prodi Kedokteran

PROGRAM STUDI KEDOKTERAN
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS TRISAKTI
Program Studi Kedokteran merupakan  tahap pendidikan akademik S1 yang setara dengan KKNI jenjang 6. Lulusan Program Studi Kedokteran berhak mendapat gelar Sarjana Kedokteran (S.Ked.). Kurikulum yang digunakan dalam Program Studi Kedokteran adalah Kurikulum Pendidikan Tinggi (KPT) yang mengacu pada Standar Kompetensi Dokter Indonesia (SKDI), Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SNPT) dan KKNI (Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia) level 6 yang bertujuan menghasilkan lulusan Sarjana Kedokteran yang berperilaku luhur, menguasai konsep pengetahuan ilmu kedokteran, penelitian, dan keterampilan klinis dasar sebagai landasan dalam pendidikan lanjutan, serta mampu melakukan evaluasi dan pengembangan diri  dengan pemanfaatan IPTEKS.
 
Kurikulum Pendidikan Tinggi dilaksanakan dengan mengutamakan Student Centered Learning (SCL) melalui metode pembelajaran ”Cooperative”, ”Collaborative Learning System” and ”Problem Based Learning” yang lebih mengarahkan mahasiswa kepada active learning. SCL bertujuan menyiapkan lulusan yang mampu menerapkan prinsip belajar sepanjang hayat (life long learning) dengan mempelajari keterampilan yang dapat digunakan untuk mengarahkan diri sendiri (mandiri).
 
Kurikulum Pendidikan Tinggi FK Trisakti dijalankan dengan menggunakan strategi pembelajaran SPICES (Student centered, Problem Based Learning (PBL), Integrated, Community based learning, Elective or Early Clinically Exposure, dan Sistematic learning). Kurikulum dirancang sedemikian rupa sehingga diharapkan pembelajaran yang dilakukan berpusat pada mahasiswa (student centered). Mahasiswa dipandang sebagai seorang manusia dewasa sehingga perlu dilibatkan untuk menentukan tujuan pembelajarannya sendiri. Dosen/ pendidik bertugas memfasilitasi proses belajar. Proses penentuan tujuan pembelajaran sendiri terutama dilatihkan pada proses diskusi tutorial. Mahasiswa dipicu oleh suatu kasus klinis (early clinically exposure) dan diminta menetapkan masalah yang ditemukan serta menetapkan apa yang akan mereka pelajari. Pembelajaran ini sesuai dengan PBL. Rancangan kurikulum dibuat secara integrated, jadi tidak hanya berdasarkan satu bidang ilmu, tetapi setiap masalah dipandang secara komprehensif dari berbagai bidang ilmu (integrated). Kompleksitas problem-problem yang dihadapkan pada mahasiswa dibuat meningkat secara bertahap dan tidak terputus antara satu tahap ke tahap berikutnya, sehingga akan tampak suatu spiral dalam pembelajaran. Mahasiswa dilatih dari mulai yang paling dasar hingga tingkat yang paling kompleks (systematic). Menyadari adanya kesenjangan antara teori dan praktik di lapangan, kurikulum di FK Trisakti dirancang untuk menjembatani kesenjangan ini dengan memaparkan mahasiswa di komunitas (community based learning).
 
Materi kurikulum Program Studi Kedokteran diberikan dalam satuan-satuan yang disebut modul yang merupakan integrasi ilmu biomedik*, ilmu klinik dasar*, ilmu klinik*, ilmu kedokteran komunitas* dan ilmu-ilmu penunjang* yang diberikan secara bertahap selama tujuh semester. Setiap modul memiliki bobot sks yang telah ditentukan sehingga secara keseluruhan, mahasiswa dikatakan lulus Sked setelah menyelesaikan 150 sks.
 
Proses pembelajaran pada setiap modul dilaksanakan bervariasi untuk mengakomodir kebutuhan mahasiswa, meliputi kegiatan tatap muka (kuliah interaktif), diskusi kelompok tutorial, pleno, praktikum, dan pelatihan keterampilan klinik dasar.
Tatap muka
Kegiatan tatap muka yang dilakukan bertujuan untuk membantu mahasiswa memahami konsep belajar yang mengaitkan isi matakuliah dengan situasi nyata dalam kehidupan sehari hari dan memotivasi mahasiswa untuk membuat keterhubungan antara pengetahuan dan aplikasinya dalam kehidupan sehari-hari.



 
Diskusi kelompok tutorial dan pleno
Diskusi kelompok tutorial adalah kegiatan yang menekankan pada student centered dan dosen berperan sebagai fasilitator (tutor). Mahasiswa dibagi dalam kelompok diskusi kecil untuk mendiskusikan pembelajaran yang dipicu oleh sebuah masalah (Problem based learning=PBL).
 

     
 
Pleno atau seminar.
Mahasiswa akan mempresentasikan hasil diskusi sesi 1 dan sesi 2 di hadapan teman dan 6 orang narasumber. Kegiatan ini melatih mahasiswa dalam berkomunikasi dan mendiseminasikan hasil pemikiran kepada orang lain, selain dapat melihat sejauh mana pemahaman mahasiswa terhadap materi yang disampaikan.
 
Praktikum
Praktikum merupakan salah satu metode pembelajaran yang termasuk dalam simulasi. Mahasiswa dapat mengintegrasikan kemampuan kognitif, psikomotor, dan afektif serta mempermudah pemahaman materi pembelajaran.


     
 
Pelatihan keterampilan klinik dasar
Keterampilan klinik yang dilatih adalah kemampuan komunikasi dan anamnesis, perilaku profesional, pemeriksaan fisik, keterampilan prosedural diagnostik dan terapeutik,serta keterampilan laboratorik dasar sesuai dengan kompetensi dokter layanan kesehatan primer. 

     



Tugas Akhir
Tugas akhir adalah modul pada semester terakhir, sebagai persyaratan kelulusan mahasiswa pada suatu program studi. Skripsi adalah tugas akhir program studi Sarjana dengan bobot  4 sks.



Email: pskfk@trisakti.ac.id

STUKTUR KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI
PROGRAM STUDI KEDOKTERAN FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS TRISAKTI